“Metode
merupakan induknya ingatan.” -Thomas Fuller-
JANGAN
pernah mempelajari sesuatu sebelum Anda mengetahui metode yang tepat untuk
menguasainya. Ini dia beberapa tips bejalar sederhana tapi bermakna..
~
Cara Belajar Bahasa
Sesungguhnya bahasa itu bukan ilmu,
tapi skil komunikasi. Ilmu dan skil tentu mempunyai metode yang berbeda untuk
dapat menguasainya. Ilmu butuh banyak teori yang memperkuat pemahaman agar
tidak fatal. Sebaliknya skil membutuhkan banyak latihan.
~Cara
Belajar Ilmu Sosial
Lain lagi dengan belajar sejarah,
geografi atau kebnyakan cabang ilmu sosial. Kita butuh banyak bukti, baik
berupa naskah, gambar atau kutipan pendapat orang. Kita pun harus memiliki
literatur yang banyak. Sejarah butuh banyak cerita, bahkan itulah esensi
sejarah. Sejarah bukanlah menghafal lokasi, tokoh dan tanggal peristiwa semata.
Tapi mempelajari sejarah sebenarnya lebih hebat dari itu.
~cara
Belajar Ilmu Alam
Belajar ilmu alam butuh coriosity
(rasa ingin tahu) yang tinggi. Ia butuh juga keakuratan dan juga data. Jika
kesemuanya telah terpenuhi, maka si pembelajar akan mempelajarinya dengan
vitalitas yang tinggi, ia akan men cari tahu dan menemukan rumus-rumus yang
mendukung pelajaran tersebut. Bukan malah ditakut-takuti dengan jumlah rumus
yang seabrek.
~Langkah
Berikutnya
Dan yang selanjutnya adalaahhh...
Tujuan
yang jelas, menantang dan menarik. Sehingga dengan ini akan membuat proses
belajar betul-betul sebuah pembelajaran bukan hanya pura-pura belajar yang
malah mengakibatkan munculnya beban, keterpaksaan, kebencian dan akhirnya
kegagalan menguasainya. Tragis bukan ?? K
Setelah tujuan diketahui, maka kita
baru bisa menentukan langkah untuk metode selanjutnya. Dan ilmu serta skill
diatas ahrus bisa dikelompokkan untuk menentukan metodenya yang tepat. Karena
masing-masing masing-masing memiliki model pembelajaran yang berbeda tentunya.
Dan yang tejadi sekarang semua metode
disamaratakan. Bahasa yang sangat tidak memerlukan pencatatan akhirnya menjadi
sebuah ‘ilmu mengerikan’ bagi banyak siswa. Olahraga yang mengasyikkan dipaksa
menjadi disiplin ilmu menghafal seperti sejarah. Kimia yang penuh dengan
percobaan-percobaan yang menarik pun akhirnya menjadi hafalan yang kaku.
Yunsirno.2010.
Keajaiban Belajar. Pontianak: Pustaka Jenius Publishing.


0 komentar:
Posting Komentar