Selasa, 24 September 2013

Manusia, Keragaman, dan Kesederajatan

A. MAKNA KERAGAMAN DAN KESEDERAJATAN

1. Makna Keragaman

Keragaman berasal dari kata ragam yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia  (KBBI) artinya: 1) tingkah laku; 2) macam, jenis; 3) lagu: music; langgam; 4) warna, corak, ragi; 5) (ling) laras (tata bahasa). Sehingga perihal berarti beragam – ragam: berjenis-jenis; perihal ragam; hal jenis.
Keragaman yang dimaksud di sini adalah suatu kondisi dalam masyarakat dimana terdapat perbedaan dalam berbagai bidang, terutama suku bangsa dan ras, agama dan keyakinan, ideology, adat kesopanan, serta situasi ekonomi.

2. Makna Kesederajatan

Kesederajatan berasal dari kata sederajat yang menurut KBBI artinya adalah sama tingkatan (pangkat, kedudukan). Dengan demikian konteks kesederajatan di sini adalah suatu kondisi di mana dalam perbedaaan dan keragaman yang ada manusia tetap memiliki satu kedudukan yang sama san satu tingkatan hierarki.

Kesetaraan dalam derajat kemanusiaan dapat terwujud dalam praktik nyata dengan adanya pranata-pranata sosial, terutama pranata hukum, yang merupakan mekanisme kontrol yang secara ketat dan adil mendukung dan mendorong terwujudnya prinsip-prinsip kesetaraan dalam kehidupan nyata. Kesetaraan derajat individu melihat individu sebagai manusia yang berderajat sama dengan meniadakan hierarki atau jenjang sosial yang menempel pada dirinya berdasarkan atas asal rasial, sukubangsa, kebangsawanan, atau pun kekayaan dan kekuasaan.

Di Indonesia, berbagai konflik antarsukubangsa, antarpenganut keyakinan keagamaan, ataupun antarkelompok telah memakan korban jiwa dan raga serta harta benda, seperti kasus Sambas, Ambon, Poso dan Kalimantan Tengah. Masyarakat majemuk Indonesia belum menghasilkan tatanan kehidupan yang egalitarian dan demokratis.

Persoalan-persoalan tersebut sering muncul akibat adanya dominasi sosial oleh suatu kelompok. Adanya dominasi sosial didasarkan pada pengamatan bahwa semua kelompok manusia ditujukan kepada struktur dalam sistem hirarki sosial suatu kelompok. Di dalamnya ditetapkan satu atau sejumlah kecil dominasi dan hegemoni kelompok pada posisi teratas dan satu atau sejumlah kelompok subordinat pada posisi paling bawah. Di antara kelompok-kelompok yang ada, kelompok dominan dicirikan dengan kepemilikan yang lebih besar dalam pembagian nilai-nilai sosial yang berlaku. Adanya dominasi sosial ini dapat mengakibatkan konflik sosial yang lebih tajam.

B. UNSUR- UNSUR KERAGAMAN DALAM MASYARAKAT INDONESIA

1. Suku Bangsa Dan Ras

Suku bangsa  yang menempati wilayah Indonesia dari Sabang sampai Marauke sangat beragam. Sedangkan, perbedaan ras muncul karena adanya penggelompokkan besar manusia yang memiliki ciri-ciri biologis lahiriah yang sama, seperti rambut, warna kulit, ukuran=ukuran tubuh, mata , ukuran kepala, dan lain sebagainya.

Di Indonesia, terutama bagian Barat mulai dari Sulawesi adalah ras Mongoloid Melayu Muda (Deutero Malayan Mongoloid). Kecuali, Batak dan Toraja yang termasuk Mongoloid Melatu Tu (Proto Malayan Mongoloid). Sebelah Timur Indonesia termasuk ras Australoid, termasuk bagian NTT. Sedangkan kelompok besar yang tidak termasuk kelompok pribumu adalah kelompok China yang termasuk Astratic Mongoloid.

2. Agama dan Keyakinan

Agama mengandung arti ikatan yang harus dipegang dan dipatuhi manusia. Ikatan yang dimaksud berasal dari suatu kekuatan yang lebih tinggi dari manusia sebagai kekuatan gaib yang tak dapat ditangkap dengan panca inrda. Namun mempunyai pengaruh yang besar sekali terhadap kehidupan manusia sehari-hari (Harun Nasuation: 10).

Agama sebagai bentuk keyakinan memang sulit diukur secara tepat dan rinci. Hal ini pula yang barangkali menyulitkan [ara ahli untuk memberikan defenisi tentang agama. Namun apa pun bentuk kepercayaan yang dianggap sebagai agama, tampaknya memang memiliki cirri umum yang hampir sama, baik dalam agama primitive maupun agama monoteisme. Menurut Robert H. Thouless, fakta menunjukkan bahwa agama berpusat pada Tuhan atau dewa-dewa sebagai ukuran yang menentukan yang tak boleh diabaikan.

Masalah agama tak akan mungkin dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Dalam praktiknya fungsi  agama dalam masyarakat antara lain adalah:
1. Berfungsi edukatif: ajaran agama secara yuridis berfungsi menyuruh dan melarang
2. Berfungsi penyelamat
3. Berfungsi sebagai perdamaian
4. Berfungsi sebagai pemupuk solidaritas
5. Berfungsi sebagai pemupuk rasa solidaritas
6. Berfungsi transformative
7. Berfungsi kreatif
8. Berfungsi sublimatif

Pada dasarnya agama dan keyakinan merupakan unsur penting dalam keragaman bagsa Indonesia. Hal ini terlihat dari banyaknya agama yang diakui di Indonesia.

3. Ideologi dan Politik

Ideology ialah suatu istilah umum bagi sebuah gagasan yang berpengaruh kuat terhadap tingkah laku dalam situasi khusus karena merupakan kaitan antara tindakan dan kepercayaan yang fundamental. Ideology membantu untuk lebih memperkuat landasan moral bagi sebuah tindakan. Politik mencakup baik konflik antara individu-individu dan kelompok untuk memperoleh kekuasaan, yang digunakan oleh pemenang bagi keuntungannya sendiri atas kerugian dari yang ditaklukan. Politik juga bermakna usaha untuk menegakkan ketertiban social.
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar